Minggu, 14 Juli 2024

SIRAH NABAWIYAH (4) - Masa Sebelum Nabi Dilahirkan - Hijrahnya Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam

 Hijrahnya Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam

 

Untuk selanjutnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam memutuskan berhijrah dari negeri tersebut, melihat karena tidak ada yang beriman selain istrinya Sarah dan putera saudaranya, yaitu Luth ‘alaihissalam, maka ia pun berhijrah dari satu tempat ke tempat yang lain hingga sampai di Palestina. Di sanalah beliau tinggal beberapa lama, beribadah kepada Allah dan megajak manusia untuk beribadah kepada Allah.

 

Setelah berlalu beberapa tahun, maka negeri tersebut ditimpa kemarau panjang, hingga mendesak Nabi Ibrahim ‘alaihissalam untuk hijrah ke Mesir. Ketika itu, di Mesir ada seorang raja yang kejam namun suka kepada wanita, ia memiliki beberapa pembantu atau tentara yang membantunya untuk memperoleh apa yang ia inginkan.

 

Sebelum masuk ke negeri mesi Ibrahim alaihi salam mengatakan kepada sarah agar meng iyakan bahwa Ketika di tanya beliau harus mengaku sebagai saudarinya, bukan bermaksud berbohong hanya saja memang Nabi Ibrahim alaihisalam menyatakan sarah adalah saudari seimannya

 

Para pembantunya berdiri di pinggiran negeri, untuk memberitahukan kepada raja tentang wanita-wanita cantik yang datang ke Mesir. Saat mereka melihat Sarah, dimana ia adalah wanita yang sangat cantik, maka mereka menyampaikan kepada raja dan memberitahukan kepadanya bahwa bersamanya ada seorang laki-laki, maka raja pun mengeluarkan perintahnya untuk membawa juga laki-laki itu.

 

Tidak beberapa lama, beberapa tentara datang dan membawa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam kepada raja. Ketika tiba di hadapannya, maka raja bertanya kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam tentang wanita yang bersamanya, lalu Nabi Ibrahim menjawab, “Ia adalah saudarinya.” Rajanya berkata, “Bawalah ia ke hadapanku.” Maka Nabi Ibrahim pergi menemui Sarah dan memberitahukan kepadanya apa yang disampaikannya kepada raja dan perkatannya, bahwa Sarah adalah saudarinya.

 

Lalu Sarah pun pergi ke istana. Ketika raja melihatnya, maka raja terpesona melihat kecantikannya dan langsung berdiri menghampirinya, tetapi Sarah berkata, “Saya ingin shalat dan berwudhu (dahulu).” Maka raja pun mengizinkannya. Lalu Sarah berwudhu dan shalat, setelah itu ia berdoa, “Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa aku beriman kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu, dan aku menjaga kehormatanku selain kepada suamiku, maka janganlah engkau berikan kekuasaan kepada orang kafir ini.” Maka Allah mengabulkan permohonannya, menjaganya dan memeliharanya.

 

Sehingga setiap kali, raja ingin memegangnya, maka tangannya tergenggam atau tercekik, hingga raja pun meminta Sarah agar berdoa kepada Allah agar tangannya terbuka dan raja tidak akan menimpakan bahaya apa-apa kepadanya. Kejadian ini berulang sampai tiga kali.

 

Saat raja mengetahui, bahwa ia ternyata tidak berkuasa kepadanya, maka raja memanggil sebagian pembatunya dan berkata kepada mereka, “Kalian tidak membawaku seorang manusia, bahkan membawa kepadaku Wanita jin.” Lalu ia memerintahkan para pembantunya untuk memberikan Hajar kepadanya untuk menjadi pelayannya. (Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat Ahmad dan Bukhari). Hal tersebut karena sang raja khawatir akan doanya sarah yang kemungkinan jika sarah pergi maka jika ia berdoa lagi maka raja tersebut tidak bisa berbuat apa-apa, maka dari itu diberikan hadiah budak Wanita.

 

Maka Sarah pun kembali kepada suaminya tanpa diganggu sedikit pun oleh raja, lalu Sarah mendapatkan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dalam keadaan shalat. Saat Sarah sampai, maka Nabi Ibrahim ‘alaihissalam melihatnya dan bertanya kepadanya tentang hal yang terjadi? Sarah pun menjelaskan, bahwa Allah menolak tipu daya raja itu kepadanya dan memberikan kepadanya seorang budak bernama Hajar untuk melayaninya.

 

Setelah beberapa lama, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam kembali ke Palestina. Di tengah perjalanan, putera saudaranya, yaitu Luth ‘alaihissalam meminta izin kepadanya untuk pergi ke negeri Sadum untuk mengajak penduduknya beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan perbuatan keji yang selama ini mereka lakukan, maka Nabi Ibrahim memberinya sebagian binatang ternak dan harta, dan ia melanjutkan perjalanannya bersama keluarganya ke Palestina hingga tiba di sana, dan di sana Nabi Ibrahim ‘alaihissalam tinggal beberapa lama.

 

sedikit di kisah rumah tangga Ibrahim Alaihissalam Beliau memiliki istri Sarah dan setelah menikah cukup lama kemudian juga bertahun-tahun  disebutkan dalam riwayat sampai umur Sarah mencapai 60 tahun belum punya anak

 

Suatu waktu Nabi Ibrahim memiliki keinginan yang kuat untuk memiliki anak. maka Ibrahim Alaihissalam pengen punya anak. Karena beliau sekarang nabi berharap bisa punya anak. maka Sarah karena melihat suaminya begitu, dia pun akhirnya menghibahkan hajar untuk Ibrahim Alaihissalam dibebaskan dari keterbukaan lalu dinikahi dalam satu tahun punya anak namanya Ismail alaihi sallam


bersambung insyaa Allah